loading...

Sekolah Sebagai Organisasi Sosial

        Konsep dasar dari organisasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kehidupan manusia karena pada kenyataannya manusia hidup itu selalu berada dalam organisasi yang bersifat baik secara sadar maupun tidak sadar.Menurut Hermawan Darman,  Sekolah sebagai suatu organisasi juga dipandang sebagai sistem sosial yang terbuka terhadap lingkungan organisasi (Manajemen Pendidikan, 2010 : 83). Sekolah yang salah satunya mempunyai sifat sosial dalam dunia pendidikan yang lebih difokuskan dalam organisasi sekolah yang memegang penuh kebijakan dan keputusan adalah kepala sekolah, organisasi sekolah mempunya susuanan pengurus atau staf yang mempunyai misi dan visi untuk menghasilkan output yang baik dan nilainya mampu bersaing dalam dunia perguruan tinggi maupun dunia pekerjaan.
           Sekolah sebagai organisasi sosial memandang organisasi dalam konteks sistem sosial yang memiliki tujuan tertentu dan merupakan tujuan bersama. Organisasi sosial mempunyai ciri mempunyai ketergantungan satu sama lain, kejelasan anggota, perbedaan dengan lingkungannya, hubungan sosial yang kompleks, dan budaya organisasi yang khas (Hermawan Darman, 2010 : 79). Menurut Hoy Miskel (Manajemen pendidikan, 2010 : 80 ) Elemen kunci sekolah sebagai organisasi sosial antara lain :

  1. Struktur yaitu meliputi peran dan harapan hirarki birokrasi, posisi dan regulasi.
  2. Individu yaitu interaksi organisasi yang diatur oleh struktur organisasi memiliki kebutuhan keyakinan dan pengalaman tersendiri sesuai kebutuhan keyakinan, dan pemahaman atas pekerjaan yang dilakukan.
  3. Culture Mempresentasikan sesuatu yang tidak tertulis dalam organisasi meliputi nilai-nilai, norma-norma bersama, kebersamaan, kebiasaan kerja, cara berfikir dan sebagainya.
  4. Politics merupakan kekuatan informal yang memunculkan penyeimbang bagi kekuatan organisasi formal.
  5. Environtment adalah sesgala sesuatu yang berada di luar organisasi sebagai sistem sosial.
  6. Outcomes adalah hasil yang dicapai oleh proses transformasi berbagai input.
  7. Internal feedback loops umpan balik internal yang muncul dari berbagai interaksi dari berbagai komponen sub sistem.
  8. Exkternal feedback loops umpan balik eksternal yang muncul dari  interaksi lingkungan internal sekolah dengan lingkungan eksternal sekolah.

Selain sebagai organisasi sosial sekolah disebut juga sebagai organisasi pembelajar, yaitu suatu organisasi yang bergerak dalam ranah pendidikan dan berfokus dalam proses pembelajaran. Terjadi sebuah proses pembelajaran kepada siswa atau peserta didik.


Daftar Pustaka

Harper & Rowe, 1990,  Understanding Schools: the Foundations of Education: NewYork. (www.newfoundations.com/OrgTheory/SchoolasOrg.html)

Husdarta. 2011. Manajemen Pendidikan Jasmani.  Bandung : Alfabeta

Rexford Brown, 2004, A Background Paper for The Denver Commission on Secondary School Reform, (http://www.dpsk12.org/pdf/culture_organization.pdf)

Manajemen Pendidikan UPI, 2010, Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta

www.damandiri.or.id/file/priyantaunmuhsolobab2.pdf

www.iaoed.org/files/Edpol2.pdf

www.iaoed.org

www.uns.ac.id

www.whitestag.org/aims/leadership_principles.html

0 Comments

Leave a comment