Sekolah Sebagai Organisasi Pembelajar
Salah satu kebutuhan masayarakat adalah
sebuah pendidikan, disini sekolah sebagai organisasi pembelajar dan pendidik
berperan aktiv, seperti sekolah atau universitas. Menurut Leithwood dan Louis
(Manajemen Pendidikan, 2010 : 82) Organisasi pembelajar disini dimana seseorang
dengan komitmen bersama menilai secara rutin tujuan-tujuan mereka, memodifikasi
tujuan-tujuan tersebut manakalasezuai dan secara terus menerus mengembangkan
cara-cara yang lebih efektiv dan evisien demi mencapai tujun tersebut.
Sekolah sebagai organisasi dan sistem,
artinya semua elemen atau unsur yang ada di sekolah sebagai satu kesatuan yang
utuh, tidak terpisahkan satu dengan yang lain, seperti siswa, guru,
kepala sekolah, gedung, alat peraga, dan perangkat pembelajaran, dan
sebagainya. Dalam sumber lain mengatakan, Sekolah sebagai sistem adalah sekolah
yang memberdayakan seluruh komponen yang ada di dalamnya secara terpadu, satu sama
lain saling berkaitan erat dan mendorong kegiatan sekolah untuk mencapai
tujuan, antara lain input, proses, output,
dan outcome (Depdiknas, 2007:5).
Sedangkan untuk dunia pendidikan, kerangka
sosiologi sebagai ilmu kemasyarakatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat
memerlukan kehadiran organisasi pendidikan beserta institusi sosialnya guna
memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka. Oleh karena itu, keberadaan sekolah
sebagai salah satu institusi pendidikan formal merupakan keniscayaan historis
dari tingkat perkembangan pranata sosial lembaga pendidikan di zaman modern.
Sekolah sebagai inti pranata pendidikan manusia modern sudah seharusnya
menggunakan perangkat-perangkat yang dimiliki organisasi modern (http://www.uns.ac.id).
Dari dasar ini, sekolah merupakan organisasi yang memiliki komponen-komponennya dan memenuhi persyaratan sebagai sebuah organisasi formal. Beberapa kriteria organisasi yang diuraikan di bagian atas dapat kita lihat manifestasi spesifik dalam lembaga sekolah. Pertama, seperti halnya organisasi bisnis atau sebuah rumah sakit sekolah memiliki tujuan kelembagaan yang jelas. Kedua, dalam organisasi sekolah juga terdapat pola jaringan kerja dari sejumlah posisi yang saling berkaitan (seperti guru, supervisor dan adminsitrator) dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Analisis organisasional mengetengahkan bahwa sekolah mengemban fungsi sebagai lembaga yang memberi pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik, dengan mengkoordinasikan individu-individu yang memiliki tugas dan peran yang berbedabeda dalam satuan jaringan kerja yang bersifat fungsional. Guru secara formal bertugas mengajar dan mengelola pembelajaran dengan para siswanya di kelas. Supervisor berfungsi mengadakan pembinaan kepada para guru, agar kinerja mereka berlangsung secara efektif dan efisien, sementara tugas administratur sekolah untuk mengkoordinasikan dan memadukan berbagai ragam aktivitas dalam lingkungan sekolah (http://www.uns.ac.id).
Berdasarkan kajian teoritik dan pembahasan
yang ada di atas dapat di simpulkan bahwa sebuah organisasi pasti akan memiliki
sebuah struktural, pemimpin, budaya, visi misi dan tujuan adanya organisasi itu
sendiri. Ini juga berlaku dalam organisasi sekolah atau organisasi yang
bergerak dalam bidang pendidikan. Jika di sekolah memiliki seorang kepala
sekolah sebagai principle of policy, penentu kebijakan, pemimpin dari roda
organisasi. Maka kepala sekolah harus memiliki jiwa kepemimpinan yang memadahi,
meimliki wawasan tentang seperti apa pemimpin dan tugas seorang pemimpin, ini
bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari organisasi yang dia jalankan.
Daftar Pustaka
Harper & Rowe,
1990, Understanding Schools: the Foundations of
Education: NewYork. (www.newfoundations.com/OrgTheory/SchoolasOrg.html)
Husdarta. 2011. Manajemen Pendidikan
Jasmani. Bandung : Alfabeta
Rexford Brown, 2004, A Background
Paper for The Denver Commission on Secondary School
Reform, (http://www.dpsk12.org/pdf/culture_organization.pdf)
Manajemen Pendidikan UPI, 2010, Manajemen
Pendidikan. Bandung : Alfabeta
www.damandiri.or.id/file/priyantaunmuhsolobab2.pdf
www.iaoed.org/files/Edpol2.pdf
www.whitestag.org/aims/leadership_principles.html
0 Comments