Persaman Reaksi Kimia
Persamaan reaksi adalah suatu pernyataan yang ditulis dengan memakai rumus-rumus kimia yang di mana berfungsi untuk memberikan informasi tentang kuantitas dan identitas dari suatu zat yang ada di dalam suatu reaksi kimia. Selain itu, persamaan reaksi bisa juga diartikan sebagai salah satu cara untuk memperlihatkan adanya hubungan antara zat-zat kimia yang ada sebelum dan sesudah reaksi kimia.
Persamaan reaksi dapat ditulis atau dinyatakan dengan menggunakan rumus kimia dari zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksi, yaitu angka koefisien dan wujud zat atau fasa. Di dalam persamaan reaksi, setiap simbol dan setiap rumus yang digunakan akan mewakili setiap materi dan mewakili produk atau hasil reaksi. Materi yang ada pada persamaan reaksi ditulis pada bagian kiri. Sedangkan produk (hasil reaksi) pada persamaan reaksi ditulis di sebelah kanan.
Persamaan reaksi kimia menampilkan perubahan kimia dari pereaksi atau reaktan menjadi produk atau hasil reaksi. Persamaan ini berisi rumus-rumus kimia zat pereaksi dan produk.

Selain itu, persamaan laju reaksi kimia juga menunjukkan wujud zat yang ada dalam reaksi. Wujud zat tersebut disimbolkan dengan (s) zat padat atau solid, (l) zat cair atau likuid, (aq) aqueous atau larutan dalam air, dan (g) gas.
Persamaan reaksi sempurna adalah persamaan reaksi yang setara. Untuk menulis persamaan reaksi yang setara, maka perlu memerhatikan syarat persamaan reaksi. Dikutip dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, terdapat syarat-syarat persamaan reaksi setara, di antaranya:
1. Jenis unsur-unsur sebelum dan sesudah dilakukan persamaan reaksi sempurna harus selalu sama.
2. Jumlah dari setiap atom sebelum dan reaksi harus selalu sama (memenuhi hukum kekekalan massa).
3. Setiap perbandingan dari koefisien reaksi menyatakan perbandingan mol. Namun, khusus zat yang wujudnya berupa gas, maka perbandingan koefisien juga menyatakan perbandingan volume apabila suhu dan tekanannya sama.
4. Pereaksi dan hasil reaksi harus dinyatakan dengan memakai rumus kimia yang benar.
5. Setiap dari wujud zat yang ada pada reaksi harus dinyatakan dengan menggunakan tanda kurung sesudah rumus kimia.
Wujud Zat Persamaan Reaksi
Di dalam persamaan reaksi kimia bukan hanya menjelaskan tentang perubahan senyawa atau zat kimia saja, tetapi juga memperlihatkan wujud-wujud zat yang ada di dalamnya. Setiap wujud zat kimia yang terlibat di dalam persamaan reaksi memiliki notasi wujudnya masing-masing, di antaranya:
- Solid merupakan zat kimia yang bersifat atau bentuknya berupa zat padat. Setiap zat yang bersifat padat, maka akan dinotasikan atau disimbolkan dengan huruf (s).
- Liquid adalah zat kimia yang bersifat atau bentuk dari zat tersebut berupa zat cair. Oleh sebab itu, setiap zat cair akan dimasukkan ke dalam kategori wujud zat liquid dan dinotasikan atau disimbolkan dengan huruf (l).
- Aqueous adalah zat kimia yang berupa larutan dalam air. Pada wujud zat ini akan dinotasikan atau disimbolkan dengan huruf (aq).
- Gas adalah wujud zat yang di mana setiap molekulnya dapat bergerak bebas, sehingga dapat menempati semua volume. Wujud zat kimia yang satu ini di dalam persamaan reaksi memiliki notasi wujud atau diberi simbol dengan huruf (g).
Cara Menulis Persamaan Reaksi
Dalam menulis persamaan reaksi, ada hal yang perlu digarisbawahi, yaitu penulisan indeks. Indeks dalam rumus kimia adalah suatu angka yang di mana ketika menulisnya memakai format subscript. Subscript adalah penulisan angka berukuran kecil yang terletak pada bagian kaki huruf. Sementara itu, ketika menulis persamaan reaksi, indeks ditulis di bagian kanan bawah. Langkah-langkah menulis persamaan reaksi, yaitu:
- Tulis persamaan reaksi dalam kata-kata terlebih dahulu. Persamaan reaksi yang ditulis harus terdiri dari wujud zat dan nama zat yang berasal dari reaktan (pereaksi) dan produk (hasil reaksi).
- Setelah menulis reaktan (pereaksi) dan produk (hasil reaksi), maka Langkah berikutnya, kamu harus menerjemahkan setiap persamaan reaksi yang sudah ditulis dengan kata-kata ke dalam bentuk rumus kimia. Adapun rumus kimia yang ditulis harus sesuai dengan masing-masing senyawa atau zat kimia. Selain itu, kamu juga harus memberikan keterangan dari wujud zat tersebut.
- Melakukan penyetaraan terhadap persamaan reaksi dengan cara memberikan koefisien yang sesuai dengan penyetaraan tersebut.
Cara Menyetarakan Persamaan Reaksi
Penyetaraan persamaan reaksi perlu dilakukan agar hasil dari persamaan reaksi bisa setara. Cara menyetarakan persamaan reaksi sebagai berikut.
Langkah Pertama
Menulis koefisien reaksi yang dinyatakan dalam bentuk (contoh, a, b, c, dan d) di setiap zat kimia.
Langkah Kedua
Melakukan penyusunan terhadap persamaan matematis yang sesuai dengan kesamaan dari jumlah atom dan unsur yang sama yang ada di sebelah kiri atau di sebelah kanan.
Langkah Ketiga
Melakukan penyelesaian terhadap persamaan matematis yang didapatkan dari langkah kedua. Dalam menyelesaikan persamaan matematis ini, kamu harus menentukan koefisien dari salah satu zat yang memiliki rumus kimia yang paling kompleks.
Contoh Soal :
1. Reaksi pembakaran pirit adalah sebagai berikut :
2FeS2 + a O2 ? 2 FeO + b SO2
Koefisien untuk a dan b adalah ….
a. a = 3 ; b = 2
b. a = 3 ; b = 3
c. a = 4 ; b = 3
d. a = 4 ; b = 5
e. a = 5 ; b = 4
Pembahasan :
Setarakan reaksi diatas dengan cara dibawah ini.
|
Atom |
Jumlah di kiri |
Jumlah di kanan |
|
S |
4 |
b = 4 |
|
O |
a = 10/2 = 5 |
2 + 8 = 10 |
Jadi, a = 5 dan b = 4.
Jawaban : E
2. Tuliskan persamaan suatu reaksi antara larutan perak nitrat dengan larutan kalsium klorida menghasilkan endapan perak klorida dan larutan kalsium nitrat.
Jawaban :
Reaktan : perak nitrat : AgNO3(aq), kalsium klorida : CaCl2(aq)
Produk : perak klorida : AgCl(s), kalsium nitrat : Ca(NO3)2(aq)
Maka, reaksi yang terjadi :
AgNO3(aq) + CaCl2(aq) ? AgCl(s) + Ca(NO3)2(aq)
Kemudian setarakan jumlah atom pada kedua reaktan :
2AgNO3(aq) + CaCl2(aq) ? 2AgCl(s) + Ca(NO3)2(aq)
3. C(s) + O2(g) ? CO(g)
Jawaban :
Langkah Pertama:
Setarakan reaksi diatas dengan cara dibawah ini.
|
Atom |
Jumlah di kiri |
Jumlah di kanan |
|
C |
1 |
1 |
|
O |
2 |
1 x 2 = 2 |
C(s) + O2(g) ? 2CO(g)
Langkah kedua:
Dikarenakan dari langkah pertama masih terdapat atom yang belum setara maka disetarakan Kembali
|
Atom |
Jumlah di kiri |
Jumlah di kanan |
|
C |
1 x 2 = 2 |
2 |
|
O |
2 |
2 |
2C(s) + O2(g) ? 2CO(g)
LATIHAN SOAL :
1. Na2CO3(aq) + H2SO4(aq) ? Na2SO4(aq) + CO2(g) + H2O(g)
2. Fe(s) + 2HCl(s) ? FeCl2(s) + H2(g)
3. CO2(g) + 2KOH(aq) ? K2CO3(aq) + H2O(aq)
4. Fe2O3(s) + 3H2SO4(aq) ? Fe2(SO4)3(aq) + 3H2O(aq)
5. P2O5(s) + 6KOH(aq) ? 2K3PO4(aq) + 3H2O(aq)
6. CuSO4(aq) + 4NH3(aq) ? Cu(NH3)4SO4(aq)
7. (NH4)2SO4(aq) + 2NaOH(aq) ? Na2SO4(aq) + 2NH3(g) + 2H2O(g)
0 Comments