loading...

Pembelajaran Sosial Emosional Dalam mengembangkan Nilai Karakter Peserta Didik

Kurikulum adalah sebuah perihal yang sangat vital dalam pendidikan di Indonesia, Kurikulum begitu dinamis dalam perkembangannya. Pemerintah senantiasa selalu memperbaruhi dan mengembangkan kurikulum yang ada, setiap masa pemerintahan mempunyai pendekatan dan perkembangan kurikulum yang menjadi konsentrasi oleh semua insan pendidikan. Semua masyarakat pendidikan menjadikan kurikulum isu penting dalam perkembangan pendidikan oitu sendiri.

Saat ini pemerintah seperti kita ketahui bersama sedang mencoba mensukseskan kurikulum merdeka. satu hal dalam kurikulum merdeka yang paling terlihat yang ditonjolkan adalah pembelajaran berdiferensiasi yang berpusat pada peserta didik dan pembelajaran sosial emosional. Pembelajaran Sosial Emosional: Apa itu?

Pembelajaran sosial emosional adalah suatu proses pendidikan yang berpusat pada peserta didik, sama seperti proses pendidikan lainnya, tetapi memasukkan unsur karakter dan penguatan nilai-nilai etika ke dalam materi yang diberikan. Secara khusus, pembelajaran sosial emosional (PSE) mencoba untuk mengajarkan kepada siswa tentang emosional dan sosial bagaimana diri mereka, orang lain, dan lingkungan berinteraksi. Melalui PSE, para guru berharap siswa dapat mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi, mengimplementasi, dan mengukur keberhasilannya ketika mereka mencoba menyelesaikan permasalahan sosial yang dihadapi.

Seperti contoh dalam keseharin siswa lebih mengedepankan bagaimana siswa tersebut mempunya karakter yang luhur dan nilai-nilai pancasila dapat tertanam dalam figur siswa. kesemua ini terlihat dalam projek penguatan profil pelajar pancasila yang wajib muncul dalam kurikulum merdeka. Disemua jenjang pendidikan yang melaksanakan dan mengimplementasikan kurikulum merdeka wajib melaksankannya. 

Kembali lagi pada hal keterampilan yang terkait dengan PSE adalah keterampilan sosial dan emosional, yang meliputi instrumen seperti kemampuan mengendalikan emosi, kemampuan untuk mengembangkan konsep diri yang sehat, kemampuan untuk beraksi sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku, dan kemampuan untuk memahami dan memahami perasaan orang lain. Selain itu, PSE juga bisa membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan lainnya, seperti keterampilan komunikasi, keterampilan pemecahan masalah, dan keterampilan berkolaborasi.

Dalam penjelasan lain pembelajaran sosial emosional adalah pendekatan universal dalam pengajaran yang menekankan pengembangan sikap dan perilaku positif. Inilah cara yang tepat untuk membuat peserta didik yang mampu meningkatkan produktivitas dengan optimum, memelihara hubungan sosial yang baik, dan mengendalikan diri mereka sendiri dengan percaya diri. Konsep ini mendorong peserta didik untuk menciptakan hubungan positif dengan orang lain serta mengembangkan kemampuan untuk menangani masalah yang muncul. 

Kenapa siswa harus dibekali pembelajaran sosial emosional yaitu agar dalam kehidupan sehari-harinya mampu mengimplementasikan bukan apa yang diperoleh dalam pelajaran akan tetapi lebih pada apa yang dibutuhkan dari pelajaran yang didapat. Fokus pada pembelajaran sosial emosional ini adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran yang memasukkan unsur karakter dan penguatan nilai-nilai dan moral kehidupan dalam materi yang diberikan. Dalam proses pembelajaran, peserta didik dapat mempertajam keterampilan yang bertujuan untuk memberikan solusi positif terhadap setiap masalah yang timbul dalam lingkungan rumah atau sekolah. Dengan implementasi pembelajaran sosial emosional dalam kelas, pendidik dapat memastikan pedoman yang diterapkan serta mengembangkan proses belajar yang kondusif.


0 Comments

Leave a comment