loading...

Mengenali Merdeka Belajar


Merdeka Belajar merupakan program yang dicanangkan pemerintah saat ini dalam bidang pendidikan di Indonesia. Program merdeka belajar ini merupakan perubahan dari sistem pembelajaran yang ada di Indonesia sebelumnya guna untuk mengikuti perubahan zaman yang ada, dimana perkembangan informasi dan teknologi melaju dengan pesat. Sehingga diperlukan suatu sistem pendidikan yang sesuai dan dapat mengikuti perkembangan tersebut.

Merdeka belajar ini diwujudkan dalam suatu kurikulum yang disebut dengan Kurikulum Merdeka yang akan digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus dan Kesetaraan.

Pada kurikulum merdeka, program yang mendukung di dalamnya adalah program merdeka belajar dimana program ini mengupayakan proses belajar siswa yang merdeka sesuai dengan minat, bakat, dan karakter masing-masing siswa. Saat ini, guru bukan hanya sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi siswa, namun guru lebih bertindak sebagai fasilitator siswa guna memunculkan dan mengembangkan kemampuan dan minat siswa.

 

Pada Topik Merdeka Belajar ini terbagi menjadi beberapa modul dengan materi berikut ini :

 

Modul 1 : Mengenali dan Memahami Diri sebagai Pendidik

Sebagai pendidik, kita perlu terus belajar untuk dapat mengantarkan murid-murid menjadi manusia yang mandiri dan berdaya.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, manusia merdeka adalah manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan sendiri baik lahir maupun batin, tidak tergantung pada orang lain. Jika kita sebagai pendidik mengharapkan murid-murid kita menjadi manusia yang mandiri dan merdeka, maka pentinglah bagi murid kita untuk dapat mengenali diri, dapat menentukan kebutuhan belajarnya yang berguna bagi diri dan lingkungannya.

Salah satu langkah awal kita sebagai pendidik adalah  bagaimana memaknai dan menghayati pribadi kita sebagai manusia yang merdeka untuk terus belajar. Belajar untuk memaknai dan mengikuti perkembangan zaman sehingga dapat membersamai murid untuk dapat mengembangkan kemampuannya untuk menjadi manusia yang mandiri dan merdeka. Karena meskipun murid dapat memperoleh berbagai macam informasi dan pengetahuan dengan mudah, namun tetap dibutuhkan kehadiran guru yang dapat mendampingi mereka untuk terus berkembang dengan baik.

Guru perlu menyelaraskan peran sebagai pendidik yang relevan dengan konteks murid dan zaman. Kehidupan saat ini adalah buah pendidikan saat kehidupan kita pada waktu masih anak-anak. Setiap hal kecil yang dipelajari saat menjadi murid akan berkontribusi pada kecakapan hidup anak saat dewasa.

 

Modul 2 : Mendidik dan Mengajar

Pendidikan dan pengajaran adalah suatu istilah yang berbeda namun seringkali kabur pemahamannya. Pengajaran adalah suatu cara menyampaikan ilmu atau manfaat bagi hidup anak-anak secara lahir maupun batin. Maka pengajaran merupakan salah satu bagian dari pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan tempat menaburkan benih-benih kebudayaan yang hidup dalam masyarakat sekaligus sebagai instrumen tumbuhnya unsur peradaban agar kebudayaan dapat kita wariskan kepada anak cucu kita di masa depan.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, Pendidikan sebagai tuntunan, yaitu tuntunan dalam hidup tumbuhnya murid. Maka mendidik adalah menuntun segala kodrat yang ada pada murid agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginy baik itu sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.

Pendidik tidak dapat menentukan dan berkehendak akan hidup tumbuhnya murid, yang bisa pendidik lakukan adalah menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan-kekuatan itu dengan mengerahkan segala daya upaya untuk memajukan perkembangan budi pekerti, pikiran dan jasmani murid agar dapat memperbaiki perilakunya.

 

Modul 3 : Mendampingi Murid dengan Utuh dan Menyeluruh

1.      Kodrat Keadaan

Kodrat keadaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dasar pendidikan murid. Kodrat keadaan terdiri dari 2 hal yaitu :

a.      Kodrat Alam

Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan dimana mereka berada

b.      Kodrat Zaman

Kodrat Zaman adalah bagian dasar pendidikan murid yang berhubungan dengan “isi” dan “irama”. Muatan pendidikan dan cara belajar zaman dahulu pasti berbeda dengan zaman sekarang.

Seiring dengan perkembangan zaman, Ki Hadjar Dewantara mengingatkan pengaruh-pengaruh dari luar hendaknya tetap dipilah mana yang sesuai dengan kearifan lokal sosial budaya Indonesia. Namun, sebagai pendidik kita tidak dapat memilah berbagai macam informasi yang berkembang saat ini. Oleh karena itu, pendidik perlu memperhatikan dan mengenalkan kepada murid cara merespon banyaknya pengaruh luar yang berbagai macam tersebut.

 

2.      Asas Trikon

Pendidikan adalah suatu proses yang dinamis. Pendidikan terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman, dan juga kondisi murid.

Sekolah atau bahkan kelas merupakan suatu sistem pendidikan dalam ruang lingkup kecil, namun merupakan ujung tombak bagi berjalannya sistem pendidikan. Terdapat Asas Trikon yang dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan pendidikan di sekolah yaitu :

 

a.      Kontinyu

Pengembangan yang secara berkesinambungan, dilakukan terus-menerus dengan perencanaan yang baik.

Budaya, kebudayaan, atau cara hidup bangsa itu bersifat kontinyu (bersambung tak putus-putus). Proses pembelajaran sejatinya tidak pernah putus, sehingga ada yang disebut dengan pembelajar sepanjang hayat yaitu :

-        Memiliki kemauan belajar secara sukarela dan berkelanjutan.

-        Mengoptimalkan potensi diri.

-        Meningkatkan kualitas hidup secara berkesinambungan.

-        Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, masyarakat dan sosial.

-        Menghadapi tantangan masa depan dan mengubahnya menjadi peluang.

Untuk menciptakan murid yang memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat, maka perlu diciptakan kesadaran murid yang disebut dengan self regulatory learning yaitu kemampuan pengaturan belajar pribadi.

 

b.      Konvergen

Yang dimaksud dengan konvergen adalah bersama bangsa lain mengusahakan terbinanya karakter dunia sebagai kesatuan kebudayaan umat manusia sedunia, tanpa mengorbankan nilai/identitas bangsa masing-masing.

 

c.      Konsentris

Bersikap terbuka, tetapi tetap kritis dan selektif terhadap pengaruh kebudayaan di sekitar.

Tujuan utama pendidikan adalah menuntun tumbuh kembang anak secara maksimal sesuai dengan karakter kebudayaannya sendiri. Oleh karena itu, meskipun Ki Hadjar Dewantara menganjurkan kita mempelajari kemajuan bangsa lain, namun itu semua ditempatkan secara konsentris dengan karakter budaya kita sebagai pusatnya.

Implementasi Konsep Trikon bisa diamati atau direfleksikan dari apa yang sudah terjadi dalam proses pembelajaran. Manajemen kelas yang mengatur berjalannya proses pembelajaran, perencanaan berkelanjutan menghasilkan pengelolaan perilaku, lingkungan dan kurikulum berjalan efektif.

 

Modul 4 : Mendidik dan Melatih Kecerdasan Budi Pekerti

Budi pekerti merupakan hasil bersatunya gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan suatu tenaga .

Budi pekerti merupakan perpaduan antara cipta (kognitif), rasa (afektif) sehingga menghasilkan karsa (psikomotorik). Budi pekerti murid tidak hanya dibentuk di lingkungan sekolah saja namun juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, budi pekerti adalah kemampuan kodrat manusia atau individu yang berkaitan dengan bagian biologis dan berperan menentukan karakter seseorang.

 

Modul 5 : Pendidikan yang Mengantarkan Keselamatan dan Kebahagiaan

Ki Hadjar Dewantara berpesan, tuntunlah murid sesuai dengan zamannya. Maksudnya adalah cara belajar murid zaman sekarang tidak sama dengan murid zaman dahulu. Guru tidak menjadi satu-satunya sumber pengetahuan tetapi guru berperan sebagai fasilitator pembelajaran.

Agar guru tidak ketinggalan akan tuntutan perkembangan zaman, maka guru perlu :

-        Menjadi pembelajar sepanjang hayat, terus mengembangkan sikap dan keterampilan kita sebagai fasilitator pembelajaran bagi murid sesuai zamannya.

-        Membangun konteks diri serta identitas suatu bangsa.

Setiap murid memiliki kodrat kekuatan/ potensi masing-masing. Mendidik adalah menuntun murid untuk selamat dan bahagia.

Sistem among dapat memberikan contoh kepada murid agar dapat tumbuh dan berkembang dalam sasaran batin yang merdeka baik dalam kodrat alam dan kemerdekaan murid.

 


Silahkan isi survey dan feedback dengan klik 


FEEDBACK

4 Comments

  • 05 Jun 2023 15:36:31

    Belajar memanusiakan manusia, barangkali ini masih relevan untuk menggambarkan pendidikan kita. Guru sebagai pendidik mengantarkan peserta didik ke tujuannya dengan proses yang humanis, kreatif dan inovatif. Lembaga pendidikan hadir dengan segala kemampuannya untuk mendukung teecapainya tujuan pendidikan peserta didik. Diharap juga keikutsertaan orang tua dalam prosesnya

  • 06 Jun 2023 08:57:38

    Menuntun sebuah kodrat dari Alloh untuk menjadi manusia yang seutuhnya dengan memakai akal pikiran kita yang seutuhnya adalah salah satu tugas guru, yaitu membimbing apa yang anak didik suka. Artikel ini cocok untuk untuk para guru yang punya kapabilitas memberikan warna dan pilihan seorang anak didik untuk meraih cita-citanya sesuai bakatnya.

Leave a comment