Kepemimpinan dan Organisasi Sekolah
Dari beberapa sumbar yang ada yang
membahas tentang gaya-gaya kepemimpinan dan organisasi sekolah dapat kita
kaitkan dan implikasikan dalam perkembangan sistem yang ada di sekolah atau
dilingkungan kerja masing-masing. Sebagai contoh perkembangan mutu sekolah yang
disebabkan oleh peranan kepala sekolah sebagai pemimpin, yang mana kepala
sekolah tersebut mempunyai gaya kepemimpinan yang mereka anut dan mereka ikuti.
Sesuai pernyataan yang dilontarkan oleh Judiph Chapman (dalam www.iaoed.org) yaitu “Quality schools require
quality leadership” yang yang artinya kualitas sekolah membutuhkan
kepemimpinan yang berkualitas. Disini jelas diterangkan bahwa untuk
meningkatkan mutu dari sertiap sekolah yang mempunyai visi misi kedepan maka
harus mempunyai seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah yang berkualitas.
Seperti apa kepala sekolah sebagai pemimpin yang berkualitas itu, dalam
paparannya Haris Suprapto mengatakan bahwa pemimpin yang baik dan berkualitas
itu harus mempunyai perilaku-perilaku positif yang sudah dituliskan dalam
kajian teori diatas.
Pada saat ini secara luas diyakini bahwa,
jika ingin memperbaiki atau meningkatkan mutu dari sebuah pendidikan yang ada
dalam sekolah yang dikelola oleh seorang kepala sekolah maka kepala sekolah
tersebut wajib untuk mengubah budaya yang dan struktur dari pelaksana beberapa
jenis kepemimpinan (Rexford Brown dalam www.dpsk12.org/pdf/culture_organization). Dari
pernyataan ini, yaitu budaya dan struktur organisasi yang dapat mempengaruhi
mutu pendidikan maka ada hubungannya pada desain sebuah organisasi pada
pendidikan. Menutrut Robbins, 1994 : 304 dalam Darman Hermawan (Manajemen
Pendidikan 2010, 77) menyebutkan lima elemen umum dalam suatu organisasi, yaitu
:
- The
operating core yaitu para pegawai yang melaksanakan pekerjaan dasar, dalam
sekolah pegawai ini adalah guru.
- The
strategic apex yaitu Manajer tingkat puncak yang diberi tanggung jawab
keseluruhan, dalam organisasi sekolah hal ini adalah kepala sekolah.
- The
middle line yaitu para manajer yang jadi penghubung antara operating
core dan strategic apex, dalam organisasi sekolah dalam hal ini
adalah para wakil kepala sekolah.
- The
techno structure yaitu para analis yang mempunyai tanggung jawab untuk
melaksanakan bentuk standarisasi tertentu dalam organisasi.
- The
support staff yaitu orang-orang yang mengisi unit staf, yang memberi jasa
pendukung tidak langsung kepada organisasi. Dalam organisasi sekolah biasa di
sebut dengan tenaga adminstrasi sekolah.
Berdasarkan kelima elemen tersebut dapat
dianalisis bahwa desain organisasi memiliki sisitem dan aturan yang berbeda
dalam kelima elemen tersebut (Darman Hermawan dalam Tim dosen UPI, 2010 :
78). Dari sisni bisa dikaitkan dalam sudut pandang sekolah sebagai organisasi.
Implikasi sekolah sebagai organisasi dapat
kita temukan dibeberapa sekolah yang ada di sekitar kita yang mana salah satu
perbedaan mutu dan perkembangan sekolah tersebut salah satunya disebabkan oleh
budaya yang diterapkan dan jenis kepemimpinan yang dianut oleh kepala sekolah
itu sendiri. Sebagai contoh sekolah yang ada dipinggiran kota sekolah yang ada
dipertengahan kota, kedua sekolah ini mempunyai beberapa perbedaan dari
kualitas pendidikan dan mutu pendidikan dikarenakan budaya, sistem organisasi,
struktur organisasi dan gaya kepemimpinan berbeda dari setiap kepala sekolah
sebagai pengambil kebijakan. Sehingga hasil dari proses pembelajaran dari kedua
sekolah tersebut akan mengalami perbedaan dari output.
Sudut pandang sekolah sebagai organisasi
sosial yang mana merupakan pandangan sekolah sebagai organisasi formal,
pandangan ini berimplikasi pada bagaimana memeperlakukan atau mengelola sekolah
(Tim Dosen UPI : 2010, 79). Dalam mengelola sekolah kepala sekolah harus
memahami perihal tentang fungsi utama seorang pemimpin pendidikan, fungsi utama
kepala sekolah ialah menciptakan situasi belajar mengajar sehingga guru-guru
dapat mengajar dan murid-murid dapat belajar dengan baik. Dalam melaksanakan
fungsi tersebut kepala sekolah memiliki tanggung jawab ganda yaitu melaksanakan
administrasi sekolah sehingga tercipta situasi belajar mengajar yang baik, dan
melaksanakan superfisi sehingga kemapuan guru-guru meningkat dalam membimbing
pertumbuhan musid-murid (Darman Hermawan dalam Tim Dosen UPI : 2010, 141).
Untuk meningkatkan potensi dan kemampuan guru-guru dalam pembelajaran, kepala sekolah bertanggung jawab penuh atas pertumbuhan guru-guru secara berkesinambungan, mampu membina guru dalam mengembangkan kurikulum, membantu guru dalam metode dan prosedur pembelajaran, serta mampu mendampingi dan membina guru dalam mengevaluasi program pendidikan dan hasil belajar murid. Dari pemikiran ini akan mengarah pada tataran Sekolah sebagai organisasi pembelajaran.
Daftar Pustaka
Harper & Rowe, 1990, Understanding Schools: the Foundations of Education: NewYork. (www.newfoundations.com/OrgTheory/SchoolasOrg.html)
Husdarta. 2011. Manajemen Pendidikan Jasmani. Bandung : Alfabeta
Rexford Brown, 2004, A Background Paper for The Denver Commission on Secondary School Reform, (http://www.dpsk12.org/pdf/culture_organization.pdf)
Manajemen Pendidikan UPI, 2010, Manajemen Pendidikan. Bandung : Alfabeta
www.damandiri.or.id/file/priyantaunmuhsolobab2.pdf
www.iaoed.org/files/Edpol2.pdf
www.whitestag.org/aims/leadership_principles.html
0 Comments