loading...

Belajar Gerak Dalam Persprektif Pendidikan Jasmani


Sebagai seorang insan pendidikan baik sebagai guru ataupun penyelenggara pendidikan harus memahami konsep belajar, dimana secara sederhana belajar adalah proses dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu. Dalam belajar terdapat progres yang mengedepankan proses, sehingga setiap peningkatan dapat diketahui dan dievaluasi. Teori belajar adalah konsep dan kerangka kerja yang digunakan untuk memahami bagaimana individu memperoleh pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan pengalaman baru. Terdapat berbagai teori belajar yang dikembangkan oleh ahli-ahli berbeda dengan pendekatan-pendekatan yang beragam.

Beberapa teori belajar yang terkenal dan umum mencakup: (1) Teori pembelajaran Behavioristik; (2) Teori belajar kognitif; (3) Teori Belajar Sosial; (4) Teori Belajar Kondisioning Kognitif; (5) Teori Belajar Konstruktivis; (6) Teori Belajar Humanistik; (7) Teori Belajar Konvergensi; (8) Teori Belajar Sosiokultural. Setiap teori belajar memiliki pendekatan, prinsip, dan implikasi praktis yang berbeda dalam konteks pendidikan. Dimana penggunaan teori belajar yang sesuai bergantung pada tujuan pembelajaran, konteks, dan karakteristik individu yang belajar.

Sedangkan dari sudut pandang pendidikan Jasmani dan Olahraga terdapat pendekatan dan landasan mengenai teori belajar itu sendiri, salah satunya adalah Teori Belajar Psikomotorik. Teori ini berkaitan dengan pembelajaran keterampilan fisik dan gerakan tubuh dalam konteks aktivitas fisik dan olahraga. Teori ini mencakup konsep-konsep seperti koordinasi, keterampilan motorik, dan pengembangan fisik. Pembelajaran gerak dalam pendidikan jasmani sering kali mengacu pada aspek psikomotorik ini, di mana siswa belajar keterampilan fisik seperti berlari, melompat, berenang, atau bermain olahraga.

Salah satu tokoh ahli yang memberikan kontribusi terhadap landasan berfikir dan landasar teori belajar psikomotorik adalah Walter T. Morgan, Dia adalah seorang pendidik dan penulis yang berfokus pada pengembangan program pendidikan jasmani dan pengembangan pemahaman gerakan motorik dalam pendidikan jasmani. Salah satu pemikirannya memberikan sumbangan tentang teori belajar psikomotorik dimana pendekatan yang menggabungkan aspek-aspek psikomotorik (keterampilan fisik) dengan aspek-aspek kognitif (pemahaman) dalam pembelajaran gerak. Ini mencakup pengembangan keterampilan motorik, peningkatan kebugaran fisik, dan pemahaman konsep-konsep yang terkait dengan aktivitas fisik dan olahraga.

Dengan sederetan teori belajar yang bisa kita jadikan landasan berfikir tentang bagaimana mengartikan belarar gerak adalah sebuah perubahan tingkah laku yang berfokus mengguanakan alat gerak tubuh untuk mencapai sebuah tujuan dalam fungsi dan tujuan dari bergerak. Selaras dengan pendapat R.M Ennis yaitu belajar gerak sebagai perubahan tingkah laku individu dalam hal keterampilan fisik, kebugaran, dan aktivitas yang melibatkan gerak tubuh.

Konsep belajar pada umumnya dan belajar gerak sebagai belajar perilaku motorik pada khususnya, telah dirumuskan dalam berbagai definisi oleh para ahli. Dalam proses pembelajaran anak melakukan berbagai tugas-tugas gerak sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangannya sehingga dalam proses perkembangan Pendidikan jasmani memiliki muatan belajar gerak yang diarahkan pada pencapaian tujuan fisik dan perkembangan motorik.

Belajar gerak secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pembelajaran yang dilakukan secara terencana, sistematik, dan sistemis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan. Dalam proses pembelajaran materi pembelajarannya adalah berbagai bentuk keterampilan gerak, baik yang dikemas dalam bentuk permainan dan latihan ketangkasan.

Belajar gerak dalam pendidikan jasmani adalah proses di mana individu mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman dalam hal aktivitas fisik dan gerakan tubuh. Ini mencakup penguasaan keterampilan fisik, pemahaman tentang prinsip-prinsip dasar olahraga, dan pengembangan kesadaran tentang pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.

Belajar gerak dalam pendidikan jasmani dan olahraga harus melihat perkembangan mototik siswa dimana guru harus mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan motorik siswa, kemampuan motorik apa yang dikuasainya, apakah menguasai kemampuan berbagai jenis gerakan dan keterampilan fisik, seperti berlari, melompat, berenang, bermain bola, dan lain sebagainya. Ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, keseimbangan, ketepatan, dan kecepatan gerakan.

Selain itu belajar gerak tidak lepas dari pemahaman tentang Pendidikan Kesehatan dimana  Belajar gerak mencakup hal tentang pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kesehatan. Ini melibatkan pengetahuan tentang manfaat aktivitas fisik, pencegahan cedera, pola makan yang sehat, dan perawatan tubuh.

Menurut Schmidt (1982), belajar motorik adalah seperangkat proses yang bertalian dengan latihan atau pengalaman yang mengantarkan ke arah perubahan permanen dalam perilaku terampil. Meskipun tekanan belajar motorik ialah penguasaan keterampilan bukan berarti aspek domain kognitif diabaikan. Belajar gerak itu terdiri dari penguasaan, penghalusan, dan penstabilan gerak atau keterampilan teknik olahraga. Dari sini kita bisa menyusun serangkaian strategi untuk membelajarkan siswa melalui belajar gerak dengan pendekatan keterampilan gerak dasar dan penguasaan ketarampilan gerak dalam permaian olahraga.

 

3 Comments

Leave a comment